Ketika kita putus asa
Sekarang banyak orang yang merasakan putus asa, dengan banyak sebab, ada yang putus asa Karena hingga sekarang belum juga diterima bekerja oleh perusahaan yang pernah ia kirimi surat lamaran kerja, ada yang putus asa Karena ditinggalkan pacarnya menikah dengan orang lain, ada yang putus asa karena usaha yang dirintisnya dari O belum juga bisa berkembang, ada yang putus asa kepada kepemirintahan indonesia yang semakin bobrok saja, ada yang putus asa karena hal yang lainnya…
Putus asa adalah sebuah rasa yang sepertinya sekarang sedang mewabah dikalangan masyarakat Indonesia…. Orang – orang menyikapi keputus asaan dengan banyak cara, ada yang menghadapinya dengan tepat yaitu selalu optimis dan selalu semangat untuk bangkit lagi. Namun kebanyakan orang malah memilih sikap yang buruk untuk mengatasi keputus asaan ini, dengan apa??? Kita lihat saja. Disekitar kita banyak orang yang sedang putus asa dan menyikapinya dengan mengurung diri seakan dirinya orang paling rendah di bumi, atau malah merendahkan dirinya hingga akhirat dengan bunuh diri, ada malah orang yang putus asa lalu saraf-saraf otaknya terputus hingga menyebabkan kegilaan.
Kita sebagai muslim harus menjauhkan rasa putus asa ini, bahkan kita harus memutuskan peredaran rasanya dihati, karena ini bisa mengakibatkan penyakit hati yang lebih sakit dan dalam. Tetap berlindung pada Allah SWT atas apa yang kita lakukan, yang kita katakan serta apapun yang kita pikirkan. Ada satu lagi kalo kita Ikhlas, virus Putus ASA tak akan bisa mampir di benak dan hati kita.
“ Hanya kepada Allah kami berserah diri”
Pernyataan di atas sering sekali disalahartikan oleh sebagian orang.Apabila seseorang ditimpa sebuah musibah atau ketika mendapat suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan,maka orang tersebut akan berkata “ Serahkan saja semuanya pada Tuhan atau kita berdo’a saja kepada Tuhan mudah-mudahan dikasih yang jalan keluar yang terbaik “.Apabila ada yang berkata seperti itu maka dia perlu menyadari makna hakiki dari berserah diri tersebut.
Memang Tuhan memerintahkan kita untuk berserah diri kepada-Nya tapi itu bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa.Berserah diri tanpa dibarengi dengan usaha dan do’a maka itu bisa dikatakan Pasrah atau berputus asa.
Jadi,prosesnya yang benar adalah pertama kita harus berusaha,kedua kita berdo’a lalu ketiga kita serahkan semuanya pada Allah semata.Kalo hanya berserah diri dan berdo’a saja maka hal itu keliru.Harus dibarengi dengan usaha agar masalah atau cobaan itu bisa terselesaikan.
Satu hal yang terpenting dari makna hakiki berserah diri adalah kita menyerahkan hidup dan mati kita hanya kepada Allah,Tuhan semesta alam dan menyerahkan seluruh persoalan kepada Tuhan, baik itu persoalan pribadi,masyarakat,apalagi persoalan Negara sesuai dengan hukum yang telah dibuat-Nya di dalam Al Qur’an.Itulah makna hakiki dari berserah diri.
Wednesday, May 5, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment